Nama : Alfredo Jan Wilfried M 1571503877
Fakultas : Ilmu Komunikasi
Konsentrasi : Broadcast Journalism
Refferensi Buku : TV Programming News & Entertaiment
Penulis : Haronas Kutanto, M.I.Kom dan Yousep Eka Apriandi, M.I.Kom
Penerbit : Andi Publisher
BAB III
PERENCANAAN, PERANCANGAN, DAN ANALISIS
PROGRAM TV
PERENCANAAN, PERANCANGAN, DAN ANALISIS
PROGRAM TV
Kali ini saya akan jelaskan atau rangkum sedikit tentang Buku yang saya baca "TV Programming News & Entertaiment". Kali ini kita akan bahas tentang Perencanaan, Perancangan, Dan Analisi Program TV, Dalam hal ini, acara siaran televisi yang ditayangkan di berbagai lembaga media penyiaran adalah 'barang dagang" yang memiliki pengaruh besar terhadap kelangsungan hidup media penyiaran.Produk berupa siaran tersebut adalah acara televisi yang ditayangkan untuk beberapa hal tertentu. Setiap lembaga penyiaran tentunya memiliki tujuan yang berbeda, tergantung dari bentuk lembaga penyiaran itu sendiri.Pada umumnya, pihak perencanaan siaran mengatur jadwal penayangan satu program televisi berdasarkan perkiraan kecenderungan menonton peminat tersebut atau audiens.
Dalam strategi progam daily ada yang biasa disebut dengan paling ter-update atau tercepat dalam menyajikan berita agar bisa lebih dahulu disaksikan oleh pemirsa. Strategi ini tentu memerlukan energi yang tidak sedikit karena dituntut setiap hari menyajikan konten yang berbeda.
Contoh Program Daily :
a. Anak Jalanan ( Sinetron ) - RCTI
b. Pangeran ( Sinetron ) - SCTV
c. Lensa Indonesia ( News ) RTV
d. E-News ( Entertaiment News ) - NET TV
e. Insert ( Infotaiment ) - Trans TV
Rencana kegiatan program TV selama satu minggu penting untuk dikembangkan. Program weekly merupakan program acara televisi yang ditayangkan dalam kurun waktu mingguan (bukan merupakan program acara televisi yang ditayangkan setiap hari).
Contoh Program Weekly :
a. Mata Najwa (Metro TV)
b. Indonesia Lawyer Club (tvOne)
c. Mancing Mania (Trans TV)
d. Rising Star Indonesia (RCTI)
e. I Look (Net TV)
f. Weekend Yuk (Kompas TV)
g. Hot Issue (Indosiar)
h. Running Man (RTV)
i. My Trip My Adventure (Trans TV)
Program monthly adalah suatu program acara, baik di suatu program elektronik atau cetak yang ditayangkan atau ditampilkan dalam beberapa bulan sekali. Tujuan nya agar para penonton tidak merasa bosan dengan program yang tayang setiap harinya, serta menjadikan program acara ini jadi lebih matang sebab pengerjaan waktunya lebih banyak.
Contoh Program Monthly :
f. Harmoni (Variety Music Show) - SCTV
g. Master Piece (Variety Music Show) - RCTI
h. Pesta Sahabat - RTV
B. Karakteristik Program Televisi
Suatu program televisi selalu mempertimbangkan agara Program acara tersebut digemari oleh penonton. Semakin banyak penonton, maka program semakin sukses pula pada kepentingan komersialnya. Untuk itu ada empat hal yang mendasar karakter suatu program, yaitu :
1. Product, berhubungan dengan materi program yang dipilih harus bagus dan bisa menarik penonton. Untuk itu televisi komersial banyak mengangkat materi yang unik, sensasional ataupun yang sedang menjadi tren di masyarakat.
2. Price, yaitu biaya yang harus dikeluarkan untuk memproduksi atau membeli suatu program, sekaligus menentukan tarif bagi pemasang iklan.
3. Place, yaitu ada waktu siaran yang sekiranya tepat untuk program tersebut. Pemilihan waktu siar yang tepat akan membantu keberhasilan program tersebut.
4. Promotion, yaitu bagaiman memperkenalkan kemudian menjual acara itu, sehingga dapat mendatangkan iklan atau sponsor.
C. Strategi Program
Saat berbicara mengenai strategi program TV bersaing dengan kompetitor, faktor-faktor apa saja di dalam program yang harus diketahui atau dipahami terlebih dahulu oleh pengelola program sebelum membuat keputusan perencanaan program. Dalam hal ini terdapat beberapa hal yang harus diperhitungkan sebelum memutuskan untuk memproduksi, akuisisi, dan scheduling suatu program.
Produk langsung stasiun penyiaran televisi swasta (komersial) berarti acara yang menarik dan susunan acara yang menarik pula. Jenis mata acara televisi, antara lain Drama, berita, olahraga, musik, features, variety show, reality show, talk show, kuis, dokumentary, kartun, infomercial, infotaiment, dan lain-lain. Jadi, produk sebenernya yang ditawarkan kepada pelanggan untuk mendapatkan keuntungan adalah jumlah pemirsa pada masing-masing mata acara. Dengan bahasa lain produk stasiun televisi komersial adalah TV rating (persentase pemirsa, yang menonton suatu mata acara televisi. terhadap keseluruhan populasi), dan TV Share (persentase pemirsa, yang menonton suatu mata acara televisi, terhadap populasi yang sedang menonton televisi saat ini.
Dengan demikian, audiens juga akan mempertimbangkan aspek-aspek, seperti kualitas, nama, kemasan program kesemuanya membentuk persepsi audiens terhadap program dan media yang bersangkutan. Misalnya, kepercayaan audiens terhadap siapa orang-orang yang berada di balik program berita atau bahkan pemilik stasiun TV bersangkutan. Dalam hal ini terdapat dua hal yang sangat terkait dengan program sebagai suatu produk, yaitu merek dan kemasan.
a. Nama Program
Memilih satu nama bagi suatu program merupakan kegiatan yang penting ditinjau dari perspektif promosi karena nama program berfungsi untuk menyampaikan atribut dan makna. Dalam memilih nama suatu program, pengelola program dan dapat membantu menempatkan atau memposisikan program di memori otak audiens.
b. Kemasan Program
Kemasan (packaging) adalah aspek lain dari strategi pemasaran yang perannya dirasa semakin penting dewasa ini. Secara tradisional, kemasan memiliki fungsi sebagai tempat perlindungan atau penyimpanan suatu produk. Dewasa ini terdapat kecenderungan perubahan fungsi kemasan yang disebabkan oleh msemakin banyaknya tempat penjualan yang bersifat swalayan (supermarket atau minimarket) dan juga semakin banyak konsumen yang cenderung membuat keputusan untuk membeli suatu produk dilokasi penjualan.
Bagi pengelola program penyiaran, kemasan dapat diartikan segala sesuatu yang perlu dilakukan untuk menarik perhatian audiens melalui penampilan (appearance) suatu program yang mencakup hal-hal berikut ini :
1) Pembawa Acara (presenter)
2) Busana yang digunakan
3) Penampilan latarbelakang (background)
4) Grafis bumber program yang menarik
Bagian programming suatu media penyiaran harus menyadari suatu prinsip dasar dalam mengelola program siarannya bahwa setiap menit dalam setiap hari waktu siaran memiliki perhitungan sendiri. Ada audiens yang setiap waktu siaran selama 24 jam sehari dan ada persaingan untuk membuat audiens itu dalam setiap menitnya. Program siaran tidak hanya bersaing dengan program siaran sejenis tetapi juga dengan media lainnya. Program siaran juga harus bersaing dengan waktu makan, membaca buku, dan kegiatan pribadi lainnya yang dilakukan audiens dirumah atau dimana saja.
Tujuan utama televisi komersial pada umumnya untuk mendapatkan audiens sebanyak-banyaknya guna menarik pemasang iklan. Menurut Edwin T. Vane dan lynne S. Gross (Vane-Gross) dalam bukunya programming for TV, Radio dan Cable (1994) terdapat lima tujuan penayangan suatu program di televisi komersial, yaitu :
a. Mendapatkan Sebanyak Mungkin Audiens
b. Target Audiens Tertentu
c. Prestise
d. Penghargaan
e. Kepentingan Publik
Special program adalah program yang ada pada tahun tertentu atau pada hari-hari tertentu saja dengan durasi yang singkat dan tidak terlalu detail. Sebuah program acara yang dibuat secara special untuk memperingati suatu program atau menyambut hari tertentu. Termasuk yang disiarkan secara bersama-sama. Program acara kategori special biasanya ditayangkan sekali saja tetapi bisa saja lebih bila ada siaran ulang (re-run), dan dapat ditayangkan secara langsung (live) atau tidak (siaran tunda). Contoh nya :
1. Wolrd Cup (Sport)
2. Hari Ulang Tahun Televisi
3. Awarding
4. Talent Search
BAB IV
ANALISIS
ada 12 stasiun TV terestrial yang siaran secara nasional di Indonesia, ditambah beberapa televisi nasional berjaringan seperti Rajawali TV, NET, Inews, dan Kompas tentunya setiap stasiun TV berlomba-lomba untuk menyuguhkan program menarik guna mendapatkan perhatian dari banyak pemirsa. Tak hanya program hiburan, tetapi juga program beritanya. Menurut news Anchor senior Indonesia Desi Anwar, yang terpenting bagi sebuah stasiun TV untuk menghadapi persaingan, yaitu dengan berani menjaga kualitas program serta berinovasi terus menerus guna terjaga brand dan image program tersebut. Industri media di Indonesia tidak pernah sama sejak munculnya televisi swasta diakhir dekade 1980-an. Semakin berkaitnya Indonesia pada arus modal internasional seiring masifnya perkembangan teknologi komunikasi telah menimbulkan kekhawatiran pemerintah. Kekhawatiran yang muncul karena di satu sisi lain harus memenuhi tuntutan liberalisme ekonomi Internasional menciptakan dinamika sendiri dalam struktur ekonomi kapitalis Orde Baru (Hidayat, 2000: 127-164).
Pada Awal kemunculan televisi swasta, tayangan-tayangan yang menyerempet politik dilarang, Informasi politik terpusat di TVRI. Mau tidak mau televisi swasta harus mengembangkan tayangan-tayangan nonpolitik dan yang pasti, menghibur dan mengundang pengiklan. Perhatikan nama-nama yang mendapatkan izin pemerintah untuk memiliki televisi swasta. RCTI dimiliki oleh Bambang Trihatmodjo, putra ketiga Soeharto, TPI dimiliki Siti Hardiyanti Rukmana yang merupakan anak pertama Soeharto, SCTV dimiliki Henry Pribadi dan Sudwikatmono pengusaha yang dekat dengan keluarga cendana, ANTV dimiliki Bakrie Group dan Agung Laksono yang merupakan Elite Golkar. Sementara Indosiar dimiliki Salim Group milik Liem Sioe Liong yang merupakan lingkaran dekat Soeharto.
Dengan laju tayangan-tayangan televisi lebih banyak didasarkan pada orientasi profit. Bisa dilihat bahwa angka impor tayangan asing yang mencapai 90%, televisi swasta berupa film-film Barat, telenovela, kartun-kartun, dan program populer lainnya (Sen dan Hill, 2001:140). Dalam proses komodifikasi, kapital bertindak untuk memisahkan pengetahuan dari keterampilan mengeksekusi tugas. Akhirnya para pekerja televisi hanya pekerja televisi teralienasi dari produk jurnalistik atau tayangan yang mereka hasilkan.
Contoh spasialisasi ini semakin gamblang dilihat dalam industri media setelah tahun 1998, misalnya Kompas Gramedia Group (KKG) yang pada awalnya fokus dalam bisnis media cetak kemudian membuat Kompas TV yang bekerja sama dengan stasiun televisi daerah. Contoh lain misalnya kepemilikan Bakrie Group yang tidak hanya memiliki saham dalam industri media tetapi juga menguasai bisnis lain seperti telekomunikasi, agrobisnis, dan minyak. Proses penyiaran terjadi sejak ide itu diciptakan sampai dengan ide itu disebarkanluaskan. Langkah-langkahnya meliputi penggagas ide yang dalam hal ini adalah komunikator, kemudian ide itu diubah menjadi suatu bentuk pesan yang dapat dikirimkan, baik verbal maupun nonverbal melalu saluran atau sarana komunikasi yang memungkinan pesan itu mampu menjangkau khalayak luas (komunikan).
2. Narrowcasting
Narrowcastin adalah menyampaikan konten yang ditargetkan melalu sistem penyiaran, tetapi diarahkan kepada khalayak tertentu yang sempit. Contohnya seberapa sering setiap minggunya seseorang mengunjungi toko yang menjual peralatan memancing, memberikan informasi yang sangat berguna bagi para pengiklan untuk mengirimkan iklannya ke telepon seluler orang yang bersangkutan. Periklanan seluler menawarkan efektivitas dan efisiensi dalam beriklan dengan sangat baik. Inilah yang sebut dengan konsep narrowcasting dalam beriklan dimedia telepon seluler, yang berarti periklanan seluler tersebut menjangkau orang-orang yang spesifik dengan hasil yang lebih efektif dan dengan cost yang relatif lebih sedikit.
Sebagai contoh, jika sebuah perusahaan minuman energi ingin menargetkan usia 18 sampai 25 tahun orang yang suka atlet tinju, mereka dapat membeli waktu komersial pada jaringan TV yang hanya narrowcasts seni tinju saja, sehingga membuat pesan mereka lebih berharga dengan pemasaran terkonsentrasi pada audiens.
Internet menggunakan kedua siaran dan model narrowcast. Kebanyakan website yang model siaran siapa pun dengan akses internet dapat melihat situs. Namun, situs yang memerlukan satu untuk log-in sebelum melihat konten lebih didasarkan pada model narrowcast. Teknologi push mengirimkan informasi ke pelanggan adalah bentuk lain untuk narrowcasting. Mungkin contoh terbaik dari narrowcasting adalah elektronik mailling list dimana pesan akan dikirim hanya untuk individu yang berlangganan daftar.
a. Kelemahan dan Kelebihan Narrowcasting
Kelemahan:
Jika mereka kelebihan, tentu juga memiliki kekurangan, itulah realitas kehidupan. Hal ini juga terdapat pada stasiun TV. Adapun kekurangan media TV, yaitu kita hanya dapat mengingat acara kesukaan kita saja, informasi yang disajikan tersebut bersifat global yang tekadang tidak disiarkan secara mendetail tidak begitu rinci.
Kelebihan :
Sebuah jenis baru dari narrowcasting yang berkembang dalam bentuk narrowcasting interaktif. Narrowcasting interaktif memungkinkan pembeli untuk memengaruhi konten yang ditampilkan melalui narrowcasting. Salah satu cara untuk melakukan ini adalah melalu layar sentuh. Semakin banyak sistem sedang diperkenalkan kepasar narrowcasting. User didorong konten juga menyediakan media yang sangat baik untuk pemasaran narrowcast, asalkan produk yang benar cocok dengan media yang sesuai. Sistem ini memungkinkan merek untuk berkomunikasi dengan pelanggan mereka melalui komputer pribadi. Keuntungan dari sebagian besar proyek narrowcasting interaktif adalah mereka lebih efektif dan lebih murah dari waktu ke waktu.
b. Contoh Narrowcasting
Menggunakan media penyiaran untuk menarik audiens yang mempunyai minat tertentu. Sebagi contoh, "Food from Java" adalah suatu narrowcast karena kata tersebut menonjol dan menarik bagi audiens yang mempunyai minat untuk makanan. Dari narrowcasting juga berbagai media manajemen hanya satu cakupan program saja seperti periklanan (advertising), misalnya di televisi :
1) Elshinta, O'Channel: Hanya menyiarkan produk-produk program blocking-an didistribusi untuk diperjualbelikan ke audiens.
2) CNN, I-News; Hanya menyiarkan berita-berita saja
3) Channel HD sport 24; hanya menyiarkan program olahraga
4) Discovery Channel, Discovery Science, National Geographic; hanya menyiarkan berbagai fenomena alam semesta, kehidupan liar, flora dan fauna, serta kebudayaan.
c. Study Kasus Narrowcasting
Salah satu channel stasiun TV bersifat narrowcasting terbesar di dunia, yaitu NBA TV, Dengan kepemilikan oleh langsung franchise NBA (National Basketball Association), salah satu liga basket terbesar diseluruh dunia yang tentu nya sudah sangat dikenal dengan baik oleh para penggemar bola basket diseluruh dunia. Dioperasikan oleh Tuner Broadcasting System yang mana juga disubsidi oleh Time Warner. NBA juga menggunakan jaringan 'out-of-market sport package' sebagai jalur advertising. di anataranya adalah NBA league pass, yaitu situs untuk menonton pertandingan langsung mereka lewat jalur streaming, dan juga kerja sama atas berpartner dengan channel ABC dan TNT. Di dalam isi program channelnya sendiri juga benar-benar untuk olahraga basket seperti siaran Live pertandingan, analisi masing-masing tim atau pemain, biografi atlet, dokumentasi, dan program lainnya yang menyangkut olahraga bola baske. Didalamnya pun benar-benar tidak ada iklan atau advertising sama sekali.
C. Plotting Program Reguler dan Prime Time
Menentukan jadwal penayangan suatu acara ditentukan atas dasar perilaku audiens, yaitu rotasi kegiatan mereka dalam satu hari dan juga kebiasaan untuk menonton televisi.
1. Prime Time: Jam 18.00-23.00
2. Late fringe time: Jam 23.00-01.00
3. All other time: Jam 01.00-10.00
4. Day Time: Jam 10.00-16.30
5. Fringe time: Jam 16.30-18.00
Prime time merupakan waktu siaran televisi yang paling banyak menarik penonton. Selain itu, penonton yang berada pada segmen ini sangat beragam (tua,muda,anak-anak, dan sebagainya). Stasiun televisi biasanya menempatkan acara unggulan pada segmen ini karena jumlah audiens yang paling besar. Selain itu, acara prime time juga dinikmati oleh semua kalangan termasuk anak-anak. Pola pembagian waktu siaran tersebut berbeda pada saat akhir pekan (hari Sabtu dan Minggu)
Other time untuk akhir pekan mulai pukul 01.00-07.00 atau berakhir lebih cepat 3 jam dibandingkan hari biasa. Hal ini menunjukan bahwa audiens cukup banyak menonton televisi pada pagi hari di hari sabtu dan minggu.
Day time pada saat akhir pekan dimulai pukul 08.00 hinggan berakhir pukul 18.00 pada hari sabtu dan berakhir lebih awal pada hari minggu.
Riset rating diambil berdasarkan jumlah sampel yang tersebar di beberapa wilayah potensial mengikuti mekanisme pasar disuatu negara atau daerah tertentu. Lembaga riset terkemuka seperti AGB Nielsen Media Research dan Arbitron memiliki operasional bisnisnya dibeberapa negara termasuk Indonesia. AGB Nielsen Media Research menjadi satu-satunya parameter di Indonesia hingga saat ini untuk mengeluarkan data berupa rating diberbagai televisi.
Metode yang digunakan adalah people meter (memantau performa kepemirsaan menit per menit) dengan pengumpulan data secara online (harian) dan offline (mingguan), sedangkan sample yang diambil yaitu yang berusia lima tahun ke atas (5+). Metodologi umum untuk mengumpulkan data pengukuran kepemirsaan televisi dimana sampel rumah tangga dilengkapi dengan sistem pengukuran rangkap dua mencatat :
1. Status perangkat televisi (channel mana yang sedang ditonton)
2. Kehadiran penonton
E. Tugas dan Peran Public Relations Media TV
1. Tujuan Public Relations
Humas memiliki ruang lingkup kerja menangani kegiatan yang berkaitan dengan communications, community relations, corporate relations, dan media relations dalam upaya membangun Corporate image. Peran humas (Public Relations) bertujuan untuk menciptakan, memelihara, dan mengembangkan hubungan yang harmonis dengan pihak lain.
2. Pemilihan Media
Dalam era persaingan saat ini yang semakin ketat, setiap media penyiaran harus memiliki strategi yang jelas dalam merebut audiens.Sistem penyiaran berjaringan yang mulai diterapkan di Indonesia akan menghasilkan wilayah siaran yang semakin kecil dan terkotak-kotak. Tidak ada lagi media penyiaran yang dapat melakukan siaran secara nasional.
c. Study Kasus Narrowcasting
Salah satu channel stasiun TV bersifat narrowcasting terbesar di dunia, yaitu NBA TV, Dengan kepemilikan oleh langsung franchise NBA (National Basketball Association), salah satu liga basket terbesar diseluruh dunia yang tentu nya sudah sangat dikenal dengan baik oleh para penggemar bola basket diseluruh dunia. Dioperasikan oleh Tuner Broadcasting System yang mana juga disubsidi oleh Time Warner. NBA juga menggunakan jaringan 'out-of-market sport package' sebagai jalur advertising. di anataranya adalah NBA league pass, yaitu situs untuk menonton pertandingan langsung mereka lewat jalur streaming, dan juga kerja sama atas berpartner dengan channel ABC dan TNT. Di dalam isi program channelnya sendiri juga benar-benar untuk olahraga basket seperti siaran Live pertandingan, analisi masing-masing tim atau pemain, biografi atlet, dokumentasi, dan program lainnya yang menyangkut olahraga bola baske. Didalamnya pun benar-benar tidak ada iklan atau advertising sama sekali.
C. Plotting Program Reguler dan Prime Time
Menentukan jadwal penayangan suatu acara ditentukan atas dasar perilaku audiens, yaitu rotasi kegiatan mereka dalam satu hari dan juga kebiasaan untuk menonton televisi.
1. Prime Time: Jam 18.00-23.00
2. Late fringe time: Jam 23.00-01.00
3. All other time: Jam 01.00-10.00
4. Day Time: Jam 10.00-16.30
5. Fringe time: Jam 16.30-18.00
Prime time merupakan waktu siaran televisi yang paling banyak menarik penonton. Selain itu, penonton yang berada pada segmen ini sangat beragam (tua,muda,anak-anak, dan sebagainya). Stasiun televisi biasanya menempatkan acara unggulan pada segmen ini karena jumlah audiens yang paling besar. Selain itu, acara prime time juga dinikmati oleh semua kalangan termasuk anak-anak. Pola pembagian waktu siaran tersebut berbeda pada saat akhir pekan (hari Sabtu dan Minggu)
Other time untuk akhir pekan mulai pukul 01.00-07.00 atau berakhir lebih cepat 3 jam dibandingkan hari biasa. Hal ini menunjukan bahwa audiens cukup banyak menonton televisi pada pagi hari di hari sabtu dan minggu.
Day time pada saat akhir pekan dimulai pukul 08.00 hinggan berakhir pukul 18.00 pada hari sabtu dan berakhir lebih awal pada hari minggu.
Riset rating diambil berdasarkan jumlah sampel yang tersebar di beberapa wilayah potensial mengikuti mekanisme pasar disuatu negara atau daerah tertentu. Lembaga riset terkemuka seperti AGB Nielsen Media Research dan Arbitron memiliki operasional bisnisnya dibeberapa negara termasuk Indonesia. AGB Nielsen Media Research menjadi satu-satunya parameter di Indonesia hingga saat ini untuk mengeluarkan data berupa rating diberbagai televisi.
Metode yang digunakan adalah people meter (memantau performa kepemirsaan menit per menit) dengan pengumpulan data secara online (harian) dan offline (mingguan), sedangkan sample yang diambil yaitu yang berusia lima tahun ke atas (5+). Metodologi umum untuk mengumpulkan data pengukuran kepemirsaan televisi dimana sampel rumah tangga dilengkapi dengan sistem pengukuran rangkap dua mencatat :
1. Status perangkat televisi (channel mana yang sedang ditonton)
2. Kehadiran penonton
E. Tugas dan Peran Public Relations Media TV
1. Tujuan Public Relations
Humas memiliki ruang lingkup kerja menangani kegiatan yang berkaitan dengan communications, community relations, corporate relations, dan media relations dalam upaya membangun Corporate image. Peran humas (Public Relations) bertujuan untuk menciptakan, memelihara, dan mengembangkan hubungan yang harmonis dengan pihak lain.
2. Pemilihan Media
Dalam era persaingan saat ini yang semakin ketat, setiap media penyiaran harus memiliki strategi yang jelas dalam merebut audiens.Sistem penyiaran berjaringan yang mulai diterapkan di Indonesia akan menghasilkan wilayah siaran yang semakin kecil dan terkotak-kotak. Tidak ada lagi media penyiaran yang dapat melakukan siaran secara nasional.
Komentar
Posting Komentar